Tampilkan postingan dengan label Profesi Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profesi Jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, April 04, 2010

Kota tua Jakarta - Pemulung di sungai






Pemulung tidak hanya berada di darat (diatas tanah), tetapi juga berada di sungai. Pemulung ini sedang berusaha mencari bekas botol minuman plastik dan lainnya pada sungai dikawasan Kota Tua Jakarta.

Kesadaran warga yang masih rendah untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi penyebab menumpuknya sampah pada sungai-sungai yang terdapat di Jakarta.

Perlu pembinaan yang berkesinambungan untuk memupuk kesadaran menjaga lingkungan kepada warga khususnya yang tinggal disekitar bantaran kali (sungai).

Kenali dan cintai Wisata Indonesia. Kunjungi www.indonesia-travel-guide.com

Sabtu, April 03, 2010

Kota tua Jakarta - Sewa kendaraan antik




Kota tua Jakarta saat ini telah berkembang pesat, bukan saja sebagai tempat wisata kota Jakarta, tetapi juga menjadi tempat membuka usaha atau bisnis.

Beberapa jenis usaha yang berkembang pesat di kawasan Kota tua Jakarta seperti penyewaan sepeda dan kendaraan antik sebagai latar belakang photo.

Bila anda sedang berkunjung ke Jakarta maka kawasan Kota tua Jakarta wajib anda kunjungi, khususnya lagi bagi anda yang menyukai melihat koleksi museum.

Museum yang berada di kawasan Kota tua Jakarta, diantaranya Museum Sejarah Jakarta, Museum wayang, museum seni rupa dan keramik, museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum Bahari.

Kenali dan cintai Wisata Indonesia. Kunjungi www.indonesia-travel-guide.com

Senin, Februari 01, 2010

Belajar diluar Ruangan




Kegiatan belajar diluar ruangan sepertinya lebih menyenangkan dibandingkan bila hanya duduk didalam ruangan. Selain suasananya yang lebih terbuka, tentunya ruangannya juga menjadi tidak terbatas.

Photo diambil beberapa waktu lalu lalu didaerah monumen Lubang Buaya, Jakarta Timur, Indonesia.

Semoga para pelajar ini semakin berhasil dalam pendidikannya dan dapat meraih cita-citanya. Semoga....

Sabtu, Januari 30, 2010

Prajurit





Photo prajurit ini diambil di area Monumen Kesaktian Pancasila (Lubang Buaya) di Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Prajurit-prajurit ini akan bertugas di museum-museum dibawah naungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) seperti museum Satria Mandala di Jakarta dan museum-museum lainnya.

Selamat bertugas kepada anda semua, sukses selalu dan majulah museum Indonesia.

Senin, September 28, 2009

Sunda Kelapa - Tukang Pikul



Ketika berkunjung ke kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa (Sunda Kelapa Harbor) Jakarta pada siang hari, disarankan anda membawa penutup kepala (topi) atau payung untuk menghindari sengatan dari sinar matahari.

Aktivitas para tukang pikul yang membawa barang dari dan ke atas kapal Phinisi merupakan aktivitas sehari-hari yang dilakukan di Pelabuhan Sunda Kelapa (Sunda Kelapa Harbor), Jakarta, Indonesia.

Sabtu, September 26, 2009

Mahkamah Agung - Logo


Logo ini merupakan logo Mahkamah Agung yang berkantor di sekitar kawasan Monumen Nasional (National monument of Indonesia), Jakarta Pusat. Untuk mengetahui arti dari logo maka penjelasan berikut dikutip dari website Mahkamah Agung disini.

ARTI LAMBANG
MAHKAMAH AGUNG - RI


I. BENTUK :

Perisai ( Jawa : Tameng ) / bulat telur

II. I S I :

  1. GARIS TEPI
    5 (lima) garis yang melingkar pada sisi luar lambang menggambarkan 5 (lima sila dari pancasila)

  2. TULISAN
    Tulisan " MAHKAMAH AGUNG" yang melingkar diatas sebatas garis lengkung perisai bagian atas menunjukkan Badan, Lembaga pengguna lambang tersebut.

  3. LUKISAN CAKRA
    Dalam cerita wayang (pewayangan), cakra adalah senjata Kresna berupa panah beroda yang digunakan sebagai senjata " Pamungkas " (terakhir). Cakra digunakan untuk memberantas ketidak adilan.

    Pada lambang Mahkamah Agung, cakra tidak terlukis sebagai cakra yang sering/banyak dijumpai misalnya cakra pada lambang Kostrad, lambang Hakim, lambang Ikahi dan lain-lainnya yakni berupa bentuknya cakra. Jadi dalam keadaan "diam" (statis)

    Tidak demikian halnya dengan cakra yang terdapat pada Lambang Mahkamah Agung. Cakra pada lambang Mahkamah Agung terlukis sebagai cakra yang (sudah) dilepas dari busurnya. Kala cakra dilepas dari busurnya roda panah (cakra) berputar dan tiap ujung (ada delapan) yang terdapat pada roda panah (cakra) mengeluarkan api.Pada lambang Mahkamah Agung cakra dilukis sedang berputar dan mengeluarkan lidah api (Belanda : vlam ).

    Cakra yang rodanya berputar dan mengeluarkan lidah api menandakan cakra sudah dilepas dari busurnya untuk menjalankan fungsinya memberantas ketidakadilan dan menegakkan kebenaran.

    Jadi pada lambang Mahkamah Agung, cakra digambarkan sebagai cakra yang " aktif ", bukan cakra yang " statis "

  4. PERISAI PANCASILA
    Perisai Pancasila terletak ditengah-tengah cakra yang sedang menjalankan fungsinya memberantas ketidak adilan dan menegakkan kebenaran. Hal itu merupakan cerminan dari pasal 1 UU Nomor 14 tahun 1970 yang rumusnya.

    " Kekuasaan Kehakiman adalah Kekasaan Negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila, demi terselenggaranya Negara Hukum Republik Indonesia."

    Catatan : Rumusan pasal 1 UU Nomor 4 tahun 2004 sama dengan
    Dengan rumusan pasal 1 UU Nomor 14 tahun 1970.

  5. UNTAIAN BUNGA MELATI
    Terdapat 2 (dua) untaian bunga melati masing-masing terdiri dari atas 8 (delapan) bunga melati, melingkar sebatas garis lengkung perisai bagian bawah, 8 (delapan ) sifat keteladanan dalam kepemimpinan (hastabrata).

  6. SELOKA " DHARMMAYUKTI"
    Pada tulisan "dharmmayukti" terdapat 2 (dua) huruf M yang berjajar. Hal itu disesuaikan dengan bentuk tulisan " dharmmayukti " yang ditulis dengan huruf Jawa.

    Dengan menggunakan double M.huruf "A" yang terdapat pada akhir kata "dharma" akan dilafal sebagai "A" seperti pada ucapan kata "ACARA ", "DUA" "LUPA" dan sebagainya.

    Apabila menggunakan 1 (satu) huruf "M", huruf "A" yang terdapat pada akhir kata "dharmma" memungkinkan dilafal sebagai huruf "O" seperti lafal "O" pada kata "MOTOR", "BOHONG" dan lain-lainnya.

    Kata "DHARMMA" mengandung arti BAGUS, UTAMA, KEBAIKAN. Sedangkan kata "YUKTI" mengandung arti SESUNGGUHNYA, NYATA. Jadi kata "DHARMMAYUKTI" mengandung arti KEBAIKAN/KEUTAMAAN YANG NYATA/ YANG SESUNGGUHNYA yakni yang berujud sebagai KEJUJURAN, KEBENARAN DAN KEADILAN.

Selasa, Agustus 11, 2009

Pagelaran Wayang di Museum Wayang





Pengunjung dapat menyaksikan pagelaran wayang saat berkunjung ke Museum Wayang (Shadow Puppets Museum) di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Indonesia.

Pagelaran wayang tidak diadakan setiap hari, tetapi hanya dipertunjukkan secara periodik pada hari Minggu II, III, dan Minggu terakhir setiap bulannya, pada jam 10.00 – 14.00 Wib. Bila berminat dengan perwayangan silahkan berkunjung ke Museum Wayang (Shadow Puppets Museum).

Kamis, Juni 18, 2009

Atraksi kera







Profesi pertunjukkan atraksi kera cukup banyak terlihat di Jakarta. Kalau sebelumnya atraksi ini banyak dimainkan pada lorong atau gang-gang rumah kampung di kota Jakarta, maka sekarang banyak diantaranya memainkannya dipinggir jalan raya yang sedang macet, sasaranya tentu saja menghibur para sopir dan penumpang yang melewati mereka serta berharap mendapatkan sumbangan.

Terlihat pemilik atraksi kera sedang melewati jembatan penyebrangan di kawasan Sudirman, Jakarta, Indonesia.

Senin, Juni 15, 2009

Kafe Batavia & Sepeda Ontel

Kafe Batavia ini berlokasi di kawasan Kota, Jakarta Barat, "menyembul" di antara deretan bangunan tua yang ada di sana. Sesuai namanya, Batavia -nama untuk Kota Jakarta pada zaman dulu- kafe ini memiliki konsep yang juga vintage (kuno). "Aroma" sejarah tercium dari gaya dan desain interior ruangannya.

Bangunan yang berdiri antara tahun 1805 dan 1850 ini dulu merupakan tempat tinggal seorang pejabat pemerintahan Belanda. Pemilik bangunan ini adalah orang pemerintahan pada saat itu. Kantor pemerintahan berada tepat di depannya, yang sekarang dijadikan Museum Sejarah Jakarta (Jakarta History Museum).

Sebelum Cafe Batavia berdiri, bangunan tiga lantai ini hanya berisi kamar-kamar dan beberapa ruangan dengan beragam fungsi. Bangunan tersebut pernah dijadikan gudang, kantor, coffee shop, juga art gallery. Pada 1993, bangunan ini dibeli oleh seorang warga negara Australia bernama Graham James, yang saat ini menetap di Pulau Bali.

Hampir semua ruangan yang terdapat di Cafe Batavia masih menggunakan perlengkapan peninggalan pemiliknya di masa silam. Rata-rata perabot dan furniturnya terbuat dari kayu jati Jawa yang diproduksi pada akhir abad ke-19.

Posisi kafe Batavia yang langsung menghadap ke Taman Fatahillah, menjadikan kawasan disekitar kafe ini ramai dikunjungi warga Jakarta, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu pagi. Kondisi tersebut dimanfaatkan beberapa warga dengan membuka usaha penyewaan sepeda ontel yang dapat digunakan untuk berkeliling di kawasan Kota Tua Jakarta. Cuplikan tentang cafe Batavia disadur dari artikel ini.


Jumat, Juni 12, 2009

Sopir Bemo






Keberadaan Bemo di Jakarta semakin terpinggirkan. Banyak faktor penyebabnya, seperti pembatasan jalur yang dapat dilalui, calon penumpang yang terus berkurang, spare part bemo yang semakin langka dan mahal, dll.

Di Jakarta, keberadaan bemo diantaranya masih terdapat di kawasan Bendungan hilir, Karet (Sudirman), Mangga dua (Jakarta Barat).

Terlihat sopir bemo menunggu penumpang sambil menikmati harinya dengan merokok di Kawasan Bendungan Hilir, Jakarta.

Rabu, Juni 10, 2009

Sewa sepeda ontel





Kalau anda sedang berjalan-jalan di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta maka saat ini sudah tersedia fasilitas penyewaan sepeda/ontel. Biaya sewa sepeda sekitar Rp. 10 - 20 ribu per jam-nya, disarankan agar anda melakukan tawar-menawar untuk mendapatkan harga yang terbaik.

Hati-hati saat menyusuri kawasan kota tua dengan sepeda karena kondisi lalulintas yang cukup ramai dan terkadang semberawut. Untuk menikmati wisata kota tua Jakarta disarankan mendatangi kawasan ini sejak pagi hari supaya sinar matahari belum terlalu terik/menyengat. Selamat mencoba....

Selasa, Juni 02, 2009

Semburan Api






Semburan api ini merupakan salah satu atraksi pada pertunjukan Singo Barong Suroboyo yang dipertunjukkan di kawasan Taman Fatahillah persis di depan Museum Sejarah Jakarta (Jakarta History Museum) beberapa waktu lalu. Pertunjukkan seperti ini, biasanya diadakan hari Sabtu dan Minggu pagi di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta.

Sudah saatnya bagi kita semua bangsa Indonesia agar memberikan perhatian dan penghargaan tertinggi atas kekayaan budaya kita supaya negara - negara yang minus budaya tidak berusaha mencurinya lagi seperti lagu "Rasa Sayange" ataupun "Reog Ponorogo". Semoga .....

Sabtu, April 18, 2009

Dalang Cilik


Peranan Dalang dalam menjalankan pertunjukkan wayang memegang peranan penting. Penjelasan seberapa pentingnya peranan dalang dalam wayang dapat dijelaskan dengan mengutip dari tulisan Bpk Slamet Mulyana berikut ini :

Dalam pagelaran wayang, dalang menempati peran dan posisi yang sangat sentral. Ungkapan Jawa dhalange mangkel, wayange dipendem menunjukkan betapa besar peranan dalang dalam pagelaran wayang. Dalang merupakan sutradara sekaligus tokoh utama dalam pagelaran. Ia adalah penutur kisah, penyanyi lagu (suluk) yang mengajak memahami suasana pada saat-saat tertentu, pemimpin suara gamelan yang mengiringi, dan di atas segalanya, dalang merupakan pemberi jiwa pada wayang atau pelaku-pelaku manusianya (Von Groenendael, 1987).

Oleh karena begitu pentingnya peranan sang dalang dalam perwayangan maka mempersiapkan calon-calon dalang mumpuni sejak masih anak-anak sangatlah tepat. Photo dalang cilik ini diambil pada saat pameran kerajinan dan kebudayaan Indonesia di Jakarta convention center (JCC) beberapa waktu lalu.

Kamis, April 16, 2009

Photo dengan ular

Photo dengan ular? wow...ya, kenapa tidak? mungkin anda sudah bosan photo-photo dengan pemandangan alam atau mungkin dengan latar belakang yang nggak jelas? hehe....sorry, hanya bercanda.

Kalau anda tertarik berphoto dengan ular, silahkan berkunjung ke Kebun Binatang Ragunan (Ragunan Zoo) di Jakarta. ditempat ini, terdapat beberapa orang yang berprofesi sebagai tukang photo "langsung jadi" berikut binatang ular-nya.

Biaya ber-photo dengan ular ini sekitar Rp. 20.000,- untuk satu kali photo dengan sebuah hasil photo yang langsung jadi. Kalau anda membawa kamera sendiri, biayanya sekitar Rp. 5.000,- untuk 2 - 3 kali berphoto. Biasanya yang banyak berphoto dengan ular ini adalah anak-anak, mungkin ada rasa bangga/penasaran dari orang tua mereka ya?

Tertarik mencoba? silahkan datang ke Kebun Binatang Ragunan (Ragunan Zoo). Sarana transportasi yang cukup nyaman dan murah ke Kebun Binatang Ragunan (Ragunan Zoo) dengan menggunakan bus Transjakarta (Busway) jurusan Dukuh atas - Ragunan.